Cara Membangun Jiwa yang Sabar

Sikap sabar akhir-akhir ini menjadi sikap yang sangat sulit dilakukan. Kesulitan untuk bersabar tersebut terjadi karena berbagai permasalahan di masyarakat yang saat ini semakin berat.

Ujian demi ujian terus mengalir, dari kasus korupsi di negeri ini yang tidak kunjung berkurang hingga masalah kekeringan dan kelaparan yang menimpa saudara-saudara kita di berbagai daerah di Indonesia.

Tentu saja, penulis juga sangat prihatin dan mendoakan semoga musim hujan cepat datang agar kekeringan cepat selesai (asal jangan kebanyakan hujan, jika berlebihan bisa mendatangkan bencana lain yaitu banjir dan tanah longsor.

Membingungkan bukan? Ya itulah namanya manusia maunya enaknya doang. Namun segala cobaan yang menimpa, alangkah baiknya diterima dengan sabar dan ikhlas. Berikut ini merupakan beberapa cara membangun jiwa yang sabar:

1. Hiraukan istilah “Kesabaran itu ada batasnya”

Istilah tersebut sangatlah popular. Namun jika dicermati dengan baik, istilah tersebut bersifat membatasi nilai kesabaran itu sendiri, padahal sikap sabar tidak ditentukan dengan batasan sikap namun lebih atas ketangguhan jiwa yang secara sadar tetap berusaha atas cobaan yang terjadi.

Menggunakan nalar dan usahanya untuk mengatasi cobaan yang ada serta mau belajar dari apa yang telah dialaminya dengan harapan cobaan tersebut tidak terulang lagi.

2. Bersahabatlah dengan alam lebih baik lagi

Ketenangan jiwa identik dengan jiwa yang penyabar. Dan untuk mendapatkan ketenangan jiwa, peranan alam sangatlah besar dibandingkan dengan hubungan sesama manusia.

Sebagai contohnya yaitu: populernya wisata yang bertemakan alam semakin menjamur di berbagai kota, yang hal tersebut mengindikasikan bahwa kebutuhan akan ketenangan jiwa yang dengan mudah didapatkan dengan menikmati alam yang indah semakin tinggi.

3. Utamakan pola pikir positif dalam menghadapi masalah

Pikiran positif sangat baik dalam menciptakan sikap sabar. Hal tersebut terjadi karena pikiran positif dihasilkan dengan pertimbangan yang matang dibandingan pikiran negatif yang secara spontan dapat timbul sikap buruk dalam menghadapi suatu masalah.

4. Perbanyak bergaul

Dengan lebih banyak bergaul dan mempunyai teman maka pengetahuan untuk menghadapi berbagai masalah akan semakin luas. Sehingga untuk mencapai sikap sabar akan lebih mudah dilakukan.

5. Mudah memaafkan kesalahan orang lain

Memaafkan merupakan pupuknya kesabaran karena dengan memaafkan maka dalam jiwa kita tidak terbebani oleh rasa benci yang sebenarnya tidak ada manfaatnya. Lebih baik marah yang bertujuan untuk kebaikan dari pada mendiamkan orang lain karena kesalahan yang dibuatnya.

Leave a Reply