Kejadian Unik Crop Circle di Sleman Yogyakarta

Pada tahun 2011 lalu tepatnya pada tanggal 24 Januari di Sleman Jogjakarta digemparkan oleh temuan seperti bekas jejak pesawat luar angkasa yang lazim disebut Crop Circle. Crop circle tersebut terbentuk pada tanaman padi hingga luas mencapai 70 meter persegi, suatu ukuran yang sangat besar untuk dibuat oleh seorang manusia dalam waktu singkat apalagi di malam hari.

Crop circle tersebut pertama kali ditemukan oleh petani pada saat melakukan rutinitas seperti biasa untuk merawat tanaman padinya. Namun secara tidak disangka lahan tanaman padinya telah berubah menjadi bentuk yang tidak lazim dia lihat, yang ternyata bentuk tersebut adalah crop circle.

Padahal sehari sebelumnya tanaman padinya masih utuh, tidak ada perubahan apa-apa. Memang pada malam minggunya sekitar jam dua dini hari, petani tersebut mendengar suara berisik seperti suara mesin dari arah sawahnya. Namun hala tersebut tidak dihiraukannya.

CROP CIRCLE sleman yogyakarta

Betulkah itu merupakan jejak dari pesawat luar angkasa ataukah hanya perbuatan manusia saja yang ingin menciptakan sensasi. Hingga artikel ini dibuat, perdebatan mengenai hal tersebut masih terus berlanjut. Namun ada beberapa hal yang meragukan jika jejak tersebut adalah crop circle. Hal tersebut antara lain:

1. Lokasi yang Tidak Jauh dari Pemukiman Warga

Crop circle tersebut terbentuk pada pematang sawah yang jaraknya dari jalan raya hanya kurang lebih dua puluh meter. Jika crop circle merupakan bentukan makhluk luar angkasa, maka pasti akan mencari tempat yang lebih jauh dari tempat jangkauan manusia agar tidak terdeteksi keberadaannya.

2. Crop Circle Dibentuk dari Robohnya Tanaman Padi yang Mengarah Kesatu Arah.

Sehebat apapun teknologi didunia ini, namun yang energi yang mampu melakukan perubahan pada tempat tertentu dengan bentuk tertentu pula hanyalah energi mekanik. Energi dengan bentuk, gelombang, sinar ataupun yang lainnya bersifat menyebar menyeluruh, sehingga bentuk crop circle kemungkinan besar dibentuk secara energi mekanik. Baik secara manual ataupun otomatis.

Namun yang jelas, jika pesawat luar angkasa yang melakukannya, tentunya ada bekas pijakan pada sawah tersebut, jika kondisi pesawatnya melayang, tentunya pada saat pembuatannya tetap melakukan koneksi secara mekanik. Koneksi non mekanik misalnya dengan tekanan udara masih mungkin dilakukan namun hasilnya tidak akan teratur.

3. Tidak Ada Keanehan Lain Selain dari Bentuk Crop Circle

Jika crop circle dibentuk oleh makhluk luar angkasa, pastilah ada sisi keuntungan ataupun tujuan yang ingin didapatkan, namun di tempat tersebut tidak ditemukan keanehan lain selain bentuk crop circle tersebut.

Seperti halnya manusia menuju ke planet lain, pastilah manusia mengambil keuntungan dengan jalan melakukan penelitian untuk mendapatkan sesuatu yang baru, sehingga meninggalkan jejak yang jelas mengenai apa yang dilakukan.

4. Riwayat Crop Circle Sebelumnya

Dari riwayat crop circle yang terjadi di dunia, semuanya mengarah pada analisa bahwa brop circle tersebut merupakan hasil tindakan manusia, bukanlah makhluk luar angkasa. Tentu saja hal tersebut juga memungkinkan untuk crop circle yang di Sleman Jogjakarta.

Terlepas dari kontraversi tentang crop circle tersebut, diharapkan pemikiran logis dan masuk akal tetap dikedepankan agar hal tersebut tidak menjadikan kesalahan pemikiran di masyarakat.

Karena jika terjadi persepsi yang berlebih tentang keberadaan crop circle tersebut maka akan munculah berbagai persepsi yang arahnya tidak jelas, sehingga ujung-ujungnya masyarakat juga yang menjadi korban.

Kalaulah memang benar, tanda tersebut bekas pesawat luar angkasa, sebaiknya tidak usah kawatir karena dengan cara kemunculan seperti itu dan jarang terjadi, tidaklah mungkin mereka akan menyerang bumi, setidaknya untuk saat-saat ini. Demikian artikel tentang crop circle, semoga lebih memberikan gambaran yang jelas.

Leave a Reply