Gejala HIV AIDS Pada Seseorang yang Terinfeksi Virus HIV

Tentunya Anda pernah mendengar tentang HIV / AIDS bukan? Hanya tahu sekilas tidak cukup, Anda juga harus tahu bahwa infeksi HIV, ada tiga tahapan yang berbeda dan sangat penting bagi kita semua untuk memahami tahapan ini.

Pada tahap pertama (infeksi akut atau serkonversi) biasanya terjadi 2-6 minggu setelah infeksi. Pada saat ini, sistem kekebalan tubuh untuk mencoba memerangi virus HIV. Gejala awal infeksi akut mirip dengan gejala infeksi virus lainnya seperti influenza. Gejala pertama hanya berlangsung 1 sampai 2 minggu dan kemudian akan hilang dan virus akan masuk ke tahap berikutnya.

Ketika saya pertama kali mendengar tentang kursus jangka HIV-AIDS yang ada di pikiran kita adalah gambaran sebuah penyakit yang berbahaya dan sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang tepat dan berhasil menyembuhkan penyakit ini.

Penyakit HIV adalah jenis metode memalui penyakit penularan hubungan seksual. Dalam bahasa medis termasuk dalam golongan penyakit menular seksual (PMS).

Infeksi HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Semua penyakit virus atau infeksi yang sering dikaitkan dengan sistem kekebalan tubuh seseorang.

Pada penyakit virus biasa, dengan virus yang lemah tahan serangan lebih mudah. Tetapi jika sistem kekebalan tubuh kita dengan baik, akan sulit untuk menyerang tubuh.

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit (mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh dengan HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu terjadi ibu.

Penularan melalui hubungan seksual (vaginal, anal atau oral ), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, melahirkan atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan tubuh

Gejala Awal HIV Biasanya Tidak Terlihat di Tulan-bulan Pertama.

virus hiv aids

americanpregnancy.org

Tidak sama dengan penyakit menular seksual Gonorrhoe yang sering dikenal dengan istilah awal penyakit kencing nanah, yang dalam satu sampai dua minggu pertama sudah menunjukkan gejala berat seperti keluar duh atau nanah dari lubang penis, meskipun tidak dalam kondisi buang air kecil.

Biasanya juga disertai perasaan nyeri pada saat kencing. Adanya gejala ini, menyebabkan si penderita lebih cepat datang ke tempat pelayanan kesehatan seperti dokter atau rumah sakit untuk mencari pengobatan.

Gejala awal HIV tidak menandakan penularan

Tidak adanya gejala awal HIV ini, membuat si penderita tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi penyakit mematikan ini. Dengan santainya dan tanpa sadar, dia bisa menyebarkan HIV ke orang lain lewat hubungan seksual atau lewat pemakaian jarum suntik bersama saat mengkonsumsi narkoba suntik. Ya, walaupun belum bergejala, HIV sudah dapat menular ke orang lain.

Gejala awal HIV nonspesifik

Gejala awal dari HIV sebenarnya mirip dengan penyakit infeksi lain alias tidak spesifik. Gejala tersebut antara lain berat badan menurun, anemia, panas berulang, limfadenopati dan hepatosplenomegali.

Masa inkubasi HIV

Setelah beberapa tahun, gejala ini berubah menjadi AIDS yang sangat mematikan. AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome, artinya Kumpulan gejala penyakit karena penurunan kekebalan tubuh yang penyebabbta didapat dari luar tubuh.

Setelah masuk ke dalam tubuh seseorang, virus HIV menyerang sel CD4 yang merupakan se pertahanan tubuh utama manusia. Ibarat sebuah Negara, sel CD4 adalah tentara nasional yang merupakan tulang punggung pertahanan Negara tersebut. Ketika tentaranya dihancurkan, maka jatuhlah Negara tersebut di tangan musuh. Begitu jugalah sel CD4.

Virus memasuki sel CD4 dan menguasainya. Dia memaksa sel tersebut untuk mereplikasi dirinya. Hasil dari replikasi tersebut kemudian keluar dari sel CD4 yang akan hancur, dan kemudian virus baru yang keluar tersebut menyerang ribuan sel CD4 yang lain.

Gejala HIV di Awal-awal Terkena Biasanya Tidak Ketahuan

gejala penyakit hiv

www.youtube.com

Karena itu, banyak penderita HIV yang baru mengetahui terkena penyakit mematikan ini setelah terlambat.

Mungkin kita berpikir begini. Kan saya orang baik-baik. Saya tidak pernah melakukan hubungan seks yang beresiko tinggi. Saya tidak pernah memakai obat narkotika suntik. Tidak mungkinlah saya kena penyakit berbahaya ini. Lagian saya tidak punya gejala HIV sekarang.

Apakah benar demikian?

Gejala HIV yang umum

Ternyata saat ini, bukan cuma orang berperilaku buruk yang terkena HIV/AIDS. Orang-orang tidak berdosa pun bisa terkena. Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Ada beberapa contoh, yaitu:

  1. Istri yang berperilaku sehat bisa tertular dari suaminya yang mungkin saja berselingkuh dengan wanita penderita HIV.
  2. Pasien non HIV di rumah sakit bisa terinfeksi HIV dari pemakaian jarum berulang dari pasien HIV, yang mungkin saja terjadi karena keteledoran tenaga medis di rumah sakit tersebut.
  3. Dokter atau perawat di rumah sakit, tanpa sengaja tertusuk jarum bekas pasien HIV.

Jadi, semua orang berpotensi mengidap HIV, tanpa terkecuali. Saya bisa saja kena. Anda juga bisa. Walaupun kita ini adalah “orang baik-baik”. Gejala HIV di awal2 penyakit biasanya hanya berupa gejala ringan seperti gejala flu. Misalnya demam, sakit tenggorokan, sakit di sekitar leher, dll.

Gejala HIV berat biasa disebut dengan Gejala AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Ini akan terjadi sekitar 5-10 tahun kemudian jika tidak ada pengobatan berarti yang dilakukan untuk mencegah progresifitasnya.

Berikut adalah gejala Aids yang sering muncul pada pasien penderita HIV:

  1. Sarkoma Kaposi : Kanker pada semua bagian kulit dan organ tubuh. Frekuensi kejadiannya mencapai 36-50% pada kelompok homoseksual.
  2. Penyakit paru-paru. Yaitu seperti Pneumonia Pneumocystis, Cytomegalovirus, Mycobacterium Avilum, dan Mycobacterium Tuberculosis.
  3. Penyakit Gastrointestinal. Nafsu makan menghilang, diare kronis, berat badan menurun lebih dari 10 % perbulan
  4. Gejala neurologis. Biasanya ini pada fase akhir penyakit dimana tidak lama lagi pasien akan meninggal. Gejala tersebut yaitu meningitis, demensia, ensefalitis, mielopati, neuropati perifer.

Untuk mengetahui dengan jelas, apakah kita terinfeksi hiv, kita bisa melakukan hal berikut ini:

Hindari prilaku negatif yang memiliki kemungkinan besar menularkan HIV. Ada dua yang utama, yaitu melakukan hubungan seksual dengan orang beresiko tinggi mengidap HIV, seperti Pekerja seks komersial; dan hindari memakai narkotika atau obat2an lain yang memakai jarum suntik bekas.

Sediakan waktu anda untuk memeriksa status HIV anda. Sekarang banyak tersedia alat tes HIV yang instan dan bisa diperiksa di rumah sendiri. Cara kerjanya mirip tes kehamilan. Jika anda ragu dengan hasilnya, anda harus mengulangi hal yang sama 3 bulan kemudian.

Leave a Reply