Kunci agar Lulus Menghadapi Ujian Teori

Ujian bagi sebagian orang merupakan hal yang cukup menakutkan. Namun hal tersebut sebenarnya merupakan sikap yang kontraproduktif karena apapun aktifitas yang kita lakukan pasti akan diakhiri dengan ujian. Berhasil atau tidak dalam mengatasi ujian, hal tersebut merupakan tolak ukur kualitas seseorang.

Namun yang dimaksud ujian pada artikel ini lebih dikhususkan pada ujian yang bersifat formal seperti ujian kenaikan kelas, kelulusan, kenaikan pangkat ataupun peningkatan skill seseorang.

Berikut ini merupakan beberapa kunci agar pada saat mengikuti ujian dapat mencapai kelulusan yang diinginkan:

1. Belajar dengan Efektif

Jurus menghadapi ujian secara umum yaitu belajar habis-habisan pada malam sebelum ujian, jika masih kurang yakin mempersiapkan contekan he he he. Walaupun tidak mutlak salah namun cara tersebut akan melelahkan otak sebelum ujian dilakukan. Akibatnya yaitu kinerja berpikir tidak dapat dilakukan secara maksimal 100%.

Cara yang lebih baik yaitu minimal satu minggu sebelum ujian telah mulai belajar sambil membuat rangkuman pelajaran yang penting, kemudian rangkuman tersebut dibaca di malam sebelum ujian dilakukan. Cara ini akan memberikan kelonggaran ke otak dalam melakukan tahapan pemikiran sehingga tidak terjadi kelelahan yang berlebihan.

2. Konsumsi Suplemen Otak

Karena otak kita mempunyai kemampuan berpikir yang terbatas maka pada saat belajar hingga aktifitas ujian dilakukan, konsumsilah makanan yang bersifat sebagai suplemen ke otak. Cara kerja suplemen ini yaitu meningkatkan aliran darah pada sirkulasi informasi di otak pada saat manusia berpikir.

Pengaruh positif yang dirasakan biasanya mudahnya untuk mengingat apa yang telah dipelajari pada saat belajar sehingga kemungkinan kesulitan menjawab soal akan berkurang.

3. Siapkan Fisik Sebaik Mungkin

Kondisi badan yang prima merupakan faktor penting dalam menjalani ujian. Kondisi badan yang sakit dan menjalani ujian telah pernah saya lakukan dan hasilnya adalah tidak lulus dengan penyesalan yang luar biasa. Penyesalan terjadi karena sebenarnya soal yang di ujikan tidaklah sulit namun karena kondisi otak tidak dapat bekerja maksimal sebagai efek sakit yang sedang dialami maka keputusan dalam menjawab soalpun menjadi ngacau dan tidak terarah.

4. Berdo’a

Berdo’a sesuai keyakinan masing-masing diyakini dapat memberikan ketenangan pada saat ujian dilakukan. Dengan kondisi tenang maka hasilnya akan lebih optimal karena otakpun mampu digunakan secara optimal pula.

5. Lupakan Toilet

Yang dimaksud dengan lupakan toilet yaitu selama menjalani ujian harus tidak terganggu dengan masalah ketegangan yang biasanya dibarengi dengan keinginan buang air kecil. Untuk mengantisipasi hal ini maka sebelum ujian minumlah secukupnya saja dan pastikan telah ke toilet sebelum ujian dilangsungkan.

6. Tulislah Jawaban yang Dapat Dibaca (Rapi)

Hal ini sangatlah sepele namun secara logika, team penilai tidak dapat memberikan nilai jika jawaban kita tidak dapat mereka baca. Terutama pada soal esai. Namun jika kemampuan menulis kita memang pas-pasan, yang harus dilakukan yaitu jangan gunakan tulisan latin agar bentuk masing-masing huruf tetap terbaca.

Leave a Reply