Tempat Wisata di Klaten yang Sangat Menarik untuk Dikunjungi

Kota Klaten merupakan salah satu kabupaten yang berada di Jawa Tengah yang banyak tempat wisatanya juga lho. Terutama wisata air dan wisata sejarah. Banyak candi-candi peninggalan zaman dulu yang ada di kota ini. Salah satu yang wajib anda kunjungi adalah Candi Prambanan.

Kota Klaten berbatasan dengan beberapa daerah diantaranya Kabupaten Boyolali di utara, dan bagian timur berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo, dan di bagian selatan dan juga barat berbatasan dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Belum banyak yang tahu tentang potensi wisata di Kabupaten Klaten. Nah bagi, yang berkunjung di Kota Klaten atau sedang liburan di Kota Klaten ini bisa mencoba merasakan tempat-tempat wisata yang ada.

Berikut tempat wisata favorit yang ada di Klaten yang sangat menarik dan asyik untuk dikunjungi:

1. Wisata Klaten Candi Prambanan

Wisata daerah klaten

flickr.com

Pastinya anda sudah kenal dengan candi yang satu ini. Candi Prambanan sudah terkenal di seluruh dunia. Candi Prambanan merupakan Candi Hindu terbesar di Indonesia, memiliki arsitektur tingkat tinggi, yang hingga kini tidak diketahui secara pasti teknik pembangunannya.

Candi Prambanan terletak di Kecamatan Prambanan, berada 17 kilometer arah timur Yogyakarta di tepi jalan raya menuju Solo. Sekitar 50 kilometer barat daya Surakarta dan 120 kilometer dari selatan Semarang. Persis di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi Desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman sedangkan pintu masuk kompleks Candi Prambanan terletak di wilayah administrasi Desa Tlogo, Prambanan, Klaten.

Candi Prambanan adalah salah satu candi termegah se-Asia Tenggara dan sudah masuk dalam situs Warisan Dunia UNESCO. Jadi jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi Candi Prambanan ya.

2. Wisata Klaten Candi Sewu

Wisata candi sewu

flickr.com

Candi Sewu merupakan candi Budha terbesar kedua di Indonesia setelah Candi Borobudur. Terletak di ujung paling utara dari taman Wisata Prambanan. Nama Sewu sendiri yang dalam bahasa Jawa berarti seribu. Walaupun sesungguhnya tidak mencapai 1000 buah candi namun Candi Sewu memiliki jumlah yang cukup besar.

Tepatnya, gugusan Candi Sewu terdiri atas 249 buah candi, terdiri atas 1 candi utama, di keempat sisinya dikelilingi oleh Candi Pengapit dan Candi Perwara dalam susunan yang Simetris.

Di lingkungan kawasan wisata Candi Sewu juga terdapat Candi Lumbung dan Candi Bubrah. Dari kawasan tersebut terdapat juga beberapa candi lain, yaitu : Candi Gana, sekitar 300 meter di sebelah timur, Candi Kulon yang berada sekitar 300 meter di sebelah barat, dan Candi Lor sekitar 200 meter di sebelah utara.

Letak candi Sewu yang merupakan candi Budha dengan candi Prambanan yang merupakan candi Hindu, menunjukan bahwa pada masa itu masyarakat beragama Hindu dan masyarakat beragama Budha hidup berdampingan secara harmonis.

3. Wisata Klaten Candi Plaosan

Wisata daerah klaten

flickr.com

Candi Plaosan terletak hanya sekitar 1 kilometer dari Candi Prambanan. Terletak di Dusun Bugisan Kecamatan Prambanan. Candi Plaosan merupakan candi yang dibangun oleh Rakai Pikatan untuk permaisurinya, Pramudyawardani. Arsitektur candi ini terpadu antara Hindu dan Budha.

Candi Plaosan merupakan dua candi kembar yang berdiri di areal tanah seluas kurang lebih 440X270 meter². Disebut kembar karena ukuran dan bentuk kedua candi ini sama. Candi yang berada disebelah utara disebut Candi Plaosan Lor sedangkan candi yang berada di sebelah selatan disebut candi Plaosan Kidul.

Keduanya memiliki panjang sekitar 15 meter, lebar 10 meter dan dengan tinggi 15 meter. Yang menjadi pembeda kedua candi ini adalah ornament dan reliefnya dari masing masing-masing candi. Jarak dari kedua candi ini hanya sekitar 20 meter dan dipisahkan oleh sebuah tembok pembatas dari batu yang mengelilingi dari masih-masing candi.

4. Wisata Klaten Museum Gula Gondang Winangun

Wisata Gondang winangun

panduanwisata.id

Wisata Gondang winangun Klaten

www.flickr.com

 

Museum Gula Gondang Winangun merupakan sebuah kawasan wisata yang terletak di jalur utama Solo-Jogja, pasnya berada di PG. Gondang Baru desa Plawikan, Jogonalan, Klaten.

Beberapa fasilitas yang ditawarkan di Museum Gula Gondang Winangun ini antara lain Tour keliling Pabrik Gula “Tempo Doeloe” dengan Museum Gula Jawa Tengah yang berdiri di tahun 1982. Ada juga Wisata Kereta Lokomotif Uap dan Kereta Lokomotif Diesel mengelilingi pabrik gula Gondang Baru, Home Stay yang merupakan rumah besar Administratur dengan arsitektur abad 19 nya yang megah, D’Gonda Resto yang menyajikan berbagai makanan dan minuman produk hilir PTP Nusantara IX (Persero). Agrowisata ini kental dengan nuansa Historis yang dipadu dengan unsur Rekreasi dan Edukasi.

Dalam museum terdapat juga peta perkebunan gula yang ada di seluruh Jawa Tengah, termasuk semua pabrik gula yang masih beroperasi maupun tidak beroperasi. Diperkenalkannya juga cara menanam tebu dan juga proses panenannya. Banyak foto –foto yang menjadi informasi berharga tentang perkebunan gula zaman dulu, keadaan gedung pabrik ketika masa awal didirikan.

Di dalam museum terdapat juga berbagai hal tentang perkebunan tebu, jeni-jenis tebu dari yang biasa hingga yan super, alat-alat sederhana seperti cangkul, sabit dan lain-lain, serta hama dari tanaman ini seperti tikus dan hewan lain serta juga tanaman yang menjadi gulma pengganggu tanaman tebu.

5. Wisata Klaten Warung Apung Rowo jombor

Wisata warung apung jombor

www.flickr.com

Rowo Jombor berada di antara perbukitan kapur bertempat di Desa Krakitan, Bayat, Kabupaten Klaten. Rowo Jombor merupakan sebuah daerah cekungan luas yang mampu menampung genangan air hingga 4 juta m³.

Rowo Jombor berkembang menjadi kawasan wisata unggulan. Sejak tahun 1987 kawasan ini dijadikan sebagai kawasan budidaya ikan air tawar. Selang satu decade kawasan budidaya ikan ini berkembang menjadi kawasan wisata alam dan kuliner yang cukup terkenal.

Wisata kuliner di Rowo Jombor, kuliner ikan air tawar, setidaknya terdapat 20-an warung yang mengapung di Rowo Jombor. Sehingga masyarakat sekitar menyebutnya dengan “Warung Apung Rowo Jombor”.

Seluruh warung di kawasan Rowo Jombor mengapung layaknya perahu. Untuk mencapai warung tersebut kita menggunakan getek bambu yang digunakan untuk mengangkut pengunjung.

Di Rowo jombor anda akan merasakan sensasi goyangan lembut air sembari menyantap sajian berupa berbagai banyak sajian ikan air tawar. Dimana ikan tersebut dibudidayakan langsung di lokasi dalam karamba-karamba disekitar rawa.

Rowo Jombor juga dikenal sebagai tempat memancing. Karena itu tidak mengherankan jika saat mengelilingi rawa ini anda akan menemui banyak pemancing. Konsep memancing juga disuguhkan pula oleh pengusaha Warung Apung. Sembari menunggu pesanan masak, pengunjung dapat memancing ikan dari tempat duduk mereka.

Beberapa lokasi Warung Apung Rowo Jombor bahkan ada yang dilengkapi dengan wahana bermain anak seperti perahu bebek untuk menarik minat pengunjung. Jadi jangan lewatkan moment bersama teman atau keluarga anda disini.

6. Wisata Klaten Makam Sunan Pandanaran

Wisata makam ki pandannaran

www.photobucket.com

Makam Sunan Pandanaran terletak tidak jauh dari Rowo Jombor, tepatnya ke arah selatan dan selanjutnya kearah timur. Kira-kira 4 kilometer dari Rowo Jombor.

Makam Sunan Pandanaran/Ki Ageng Pandanaran terletak di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Makam Sunan Pandanaran terletak diatas perbukitan Gunung Jabalkat. Lokasi makam yang berada di ketinggian 860 meter ini dapat dicapai dengan menaiki 250 anak tangga.

Sunan Pandanaran/Bayat adalah seorang tokoh religious penyebar agama Islam di kawasan Jawa Tengah pada abad 16. Sunan Pandanaran berjuang menyebarkan agama Islam pada waktu yang sama dengan Wali Sanga. Dan karena kebesaran nama dan pengaruhnya, Sunan Pandanaran dianggap Wali yang kesepuluh dari Wali Sanga.

Selain Makam Sunan Pandanaran, pengunjung juga dapat mengunjungi Masjid Golo, dengan bedugnya yang dibangun oleh Sunan Pandanaran. Ada juga makam syeh Domba di Gunung Cakaran, yang merupakan pengikut setia Sunan, yang dalam cerita pernah berkepala domba karena merampok istri sunan, atau makam Syeh Kewel di Makam Sentana, pengikut setia Sunan, yang diceritakan pernah berkepala Ular karena juga turut merampok istri Sunan.

7. Wisata Klaten Umbul Ponggok

Tempat Wisata Asyik Umbul Ponggok Klaten

jogjapetualang.com

Umbul Ponggok berasal dari kata”Umbul” yang berarti mata air, dan “Ponggok” yang merupakan tempat Umbul ini berada. Umbul Ponggok berada di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Umbul Ponggok merupakan kolam pemandian terbesar di Klaten, dengan luas sekitar 6000 meter². Umbul Ponggok sudah ada sejak jaman ratusan tahun lalu, pada zaman dahulu Umbul Ponggok digunakan untuk pengairan perkebunan tebu, dan pada saat ini fungsi Umbul Ponggok dijadikan sebagai objek wisata pemandian umum.

Umbul Ponggok dengan satu kolam renang yang berukuran besar yang dikelilingi pohon-pohon besar di sekitar area. Bila dilihat dari luar tampak seperti kolam renang biasa pada umumnya. Air umbul Ponggok berasal dari mata air yang tepat berada di bawah Umbul, oleh karena itu air di Umbul Ponggok sangat jernih dan bersih.

Kelebihan lain Umbul Ponggok ini adalah bila kita melihat didalam kolamnya akan tampak seperti lautan, selain itu Umbul Ponggok berisi ratusan ikan air tawar dengan berbagai ukuran, dari yang kecil hingga yang besar. Keberadaan ikan ini tidak berbahaya dan malah kehadiran manusia sudah menjadi hal biasa bagi mereka.

Baca lebih lengkapnya di Tempat Wisata Air Umbul Ponggol Klaten

8. Wisata Klaten Obyek Mata Air Cokro (OMAC)

Wisata Klaten OMAC

www.panoramio.com

Obyek wisata mata iar Cokro terletak di Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten. Obyek wisata ini mempunyai wisata air seluas 10 hektar. Lokasi ini kurang lebih terletak 15 kilometer di sebelah barat Kota Solo dan dapat mudah ditempuh dengan kendaraan pribadi melalui jalur Solo-Kartusuro-Cokro.

Keistimewaan tempat wisata OMAC ini adalah air tempat wisata ini jernih dan segar karena langsung dari mata air Cakra. Selain itu, tempat wisata di sini juga menyuguhkan wahana lainnya, seperti waterboom, kolam arus, kolam slinder, jembatan goyang, dan flying fox. Hingga lapangan parker, gardu-gardu berteduh dan jembatan baru ditambahakan ke dalam lokasi wisata ini.

Terkenalnya OMAC dengan konsep yang tampak alami dan berbeda dengan lokasi wisata air yang ada di Solo Raya. Air jernih dan segar yang mengalir di sungai di dalam pemandian ini berasal dari Umbul Ings atau sumber mata air Cokro yang tertutup di sudut utara pemandian.

Yang menjadi khas dari kawasam ini adalah jembatan gantung yang menjadi pintu masuk Obyek Wisata Mata Air Cokro Tulung. Jembatan berwarna biru yang melintas di atas Kali Busur seakan menjadi ikn yang memberikan kenangan tersendiri bagi pengunjung yang pergi ke sana.

Itulah tadi sederet obyek wisata yang ada di daerah Klaten. Sangat direkomendasikan bagi anda yang sedang atau akan berkunjung di Kota Klaten.

Leave a Reply